Text 17 Nov Sibuknya pikiran di malam senin

Minggu malam menuju hari senin.
Banyak hal yang selalu terjadi tak terhindarkan.
Bersiap untuk memejamkan mata sejak pukul 8 malam tadi.
Bersiap untuk bergelung dalam selimut lebih awal untuk bangun lebih awal pula.
Tapi hal-hal itu selalu gagal dilakukan.

Detik pertama memejamkan mata, langsung berpikir besok harus bangun jam 4.30.
Pikiran kedua adalah besok mau bekal apa.
Lalu berlanjut ke pertanyaan mau pakai baju apa besok?
Setelah dapat jawabannya, berpikir ulang bahwa harus ganti tas dong ya kalau gitu.
Oke, lalu detik-detik berikutnya membayangkan apa aja yang harus dikerjakan besok.
Banyak kerjaan pending yang berputar di kepala sangat ingin disentuh diselesaikan.
Ini, itu, ini, itu, ini, itu..
Semua itu berdiskusi di dalam kepala saat mata ini terpejam.
Sepertinya saya tidur, tapi tidak juga.

Saat semua hal diatas berkumpul jadi satu, maka kepanikan melanda.
Panik karena tidak bisa menyelesaikan semuanya saat ini juga.
Panik karena takut semua tidak berjalan sesuai rencana besok.
Panik karena takut ada hal-hal yang tidak ingat lagi setelah benar-benar tidur.
Kepanikan akhirnya membuka mata secara perlahan, membatalkan tidur yang sebenarnya belum terlaksana.

Kemudian bangkit dari tempat tidur, berpisah dengan selimut, guling, bantal
Dan mulai menyiapkan lunchbox dan bahan untuk bekal besok
Mulai menyiapkan baju untuk jaga-jaga kalau harus ikut rapat disana dan disini
Mengganti tas supaya cocok untuk rapat
Mengambil smartphone dan tablet untuk catat semua yang harus dikerjakan besok
Berakhir dengan sulit tidur, menulis ini, dan saat ini juga berpikiran “Crap! Besok harus bangun jam 4.30 dan jam segini belum juga bisa tidur”

Lalu mencoba untuk tidur seperti membuka pertanyaan-pertanyaan lainnya lagi
Yang berakhir dengan kembali berpikir bagaimana caranya supaya tidur
Dan itu sulit..

Photo 27 Apr Time after time..

Time after time..

Photo 27 Apr Warning: addiction may occur!

Warning: addiction may occur!

Text 26 Apr Listening to It’s Time by Imagine Dragons

The alarm asked to wake up! It’s time to begin the saturday – Preview it on Path.

Text 24 Apr

It takes 1 year and 6 months to forget you.

But forgiving you, it will take much longer time.

1 year, 6 months, and still counting.

Photo 24 Apr 45,295 notes

(Source: thelivingdaylight)

Chat 8 Oct masih disini dan terjebak disini
  •  Sedikit jengah dengan pertanyaan ini
  • Ask : Octa/Tyas, kamu kemana saja? Sekarang dimana?
  •  Jawabanku selalu memberikan informasi tentang dimana aku tinggal, dimana aku kerja, dan apa kegiatanku saat ini.
  •  Jengah, karena jawabanku sebenarnya adalah
  • Me : Aku masih disini. Masih ada di tempat yang sama sebelum aku menghilang. Masih dengan luka hati yang sama. Masih hidup dengan kenangan dan harapan yang sama seperti dulu. Yang berbeda hanya bagaimana aku hidup dengan berpura-pura bahwa itu tidak pernah terjadi.
Text 8 Oct terbang dan terpendam

Hujan dan perjalanan ini menerbangkanku tinggi ke masa yang lalu

Rintik air membuat aku mengingat akan air mataku

Gedung yang kulewati memunculkan ingatan hidup yang kujalani dulu

Aku ditertawakan..

Ditertawakan jalanan yang lebih kuat dari hatiku

Ditertawakan mobil-motor yang lebih menikmati deru jalan dibanding diriku

Aku ditertawakan,

dan hanya mampu menutup mata

Pikiranku telah melupakan semuanya

Nyatanya, hatiku enggan berkompromi dengan logika

Aku ingin berhenti, berhenti menganggap semua ada

Ingin menghapus masa hidupku di titik abu-abu itu

Abu-abu karena rasa bahagia dan terluka disaat bersama

Bahagiaku terbang bersamanya, lukaku terpendam bersama kepergiannya

Quote 10 Apr
If a girl is stupid enough to love you after you broke her heart, I guarantee you, she is the one.
Photo 8 Apr 13 notes aconglomerateofthought:

Howth, Ireland by elsa11 on Flickr.

Design crafted by Prashanth Kamalakanthan. Powered by Tumblr.